This is default featured post 1 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 2 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 3 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 4 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
This is default featured post 5 title
Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.
Senin, 14 November 2011
Haruskah?
Titik Terang
Seketika dirinya adalah panutan di padang kehampaan
Hampa yang tak berujung terang kepercayaan
Percaya dengan keruh anyirnya pendidikan
Di negeri tak berperikemanusiaan
Legam hitam kusam yang ada dalam benak
Jika ingat tentang anak pinakku kelak
Ia bagai setitik penyelamat di masa tak enak
Masa dimana palsu dijadikan bagai raja bertahta congkak
Kata demi kata dirangkai dalam seriusnya
Berharap kan banyak gumaman tanya dan perhatian untuknya
Namun apa daya itu hanya harapnya
Kesana kemari diperhatikan sabar murid kesayangan yang mengacuhkannya
Benar adanya tak ada raut amarah di parasnya
Hanya helaan napas panjang menenangkan jiwanya
Tak ada sedikitpun bentak sentak menggertak dari dirinya
Inilah panutan bersahaja yang diberikannya
ABK
Hampa yang tak berujung terang kepercayaan
Percaya dengan keruh anyirnya pendidikan
Di negeri tak berperikemanusiaan
Legam hitam kusam yang ada dalam benak
Jika ingat tentang anak pinakku kelak
Ia bagai setitik penyelamat di masa tak enak
Masa dimana palsu dijadikan bagai raja bertahta congkak
Kata demi kata dirangkai dalam seriusnya
Berharap kan banyak gumaman tanya dan perhatian untuknya
Namun apa daya itu hanya harapnya
Kesana kemari diperhatikan sabar murid kesayangan yang mengacuhkannya
Benar adanya tak ada raut amarah di parasnya
Hanya helaan napas panjang menenangkan jiwanya
Tak ada sedikitpun bentak sentak menggertak dari dirinya
Inilah panutan bersahaja yang diberikannya













