Saat tetes peluh air mata membanjir dan menggenang
Tak kau usap bahkan tak sudi kau pandang
Bukan hati namun kepercayaan
Percayaku akan tulus janji yang kau tinggalkan
Seketika kau buat ini sirna
Tanpa kau jabat lagi ucapmu yang hilang entah kemana
Kembali kau kuak luka bersimbah pedih ini
Dan kau tak mau tahu lagi, sedang kini ku tersakiti
Sudah berkali aku memberimu angan
Tak ada sekali kau tak membuatnya jadi kenangan
Apakah harus ku berikan lagi?
Apa kau tidak terlalu bosan untuk menjalani kepalsuan lagi?
Kau tidak sedang aku iya
Kau sanggup sedang aku merana
Sudah hentikanlah
Sudah enyahlah
Lebih mulia jika tak kukoyak lagi hatiku
Demi seorang cakap besar sepertimu
Orang yang tak tahu akan hati yang tulus
Dan hanya sadar jika itu pupus
ABK









0 komentar:
Posting Komentar